Kamis, 03 April 2014

Astagfirullah!


‘Hape ku ilang nih Cha’ kata ku panik ke Icha yang duduk di sebelahku
‘Kok bisa Lan? Tadi terakhir kamu taruh mana?’ 

‘Tadi ada kok di tas, kayaknya tadi tu di tas deh’

Aku riewuh sendiri di dalam kelas, tidak peduli lagi dosen ku menerangkan apa. HP ku hilang. Smartphone baru kesayanganku, yang aku gak bisa lepas darinya. Seingatku terakhir kali aku menaruhnya di tas sebelum kelas dimulai. Berkali-kali aku miscall dengan HP Icha tak juga diangkat-angkat tapi nyambung. Panik semakin membesar, berkali-kali sudah aku ijin keluar untuk mencari dimana HP ku berada. Aku sudah hampir putus asa, ku kirim sms ke pacarku mengabarkan HP ku hilang dan dia hanya bisa membesarkan hatiku untuk ikhlas. Di dalam kelas masih saja aku masih belum ikhas, aku yakin HP ku mungkin disembunyiin orang, gak mungkin banget kalau tiba-tiba hilang begitu saja. Marah rasanya kalau dugaan itu benar.
Icha masih juga berusaha membujukku agar tak lagi marah, dan membujukku untuk mencarinya sekali lagi saat break kelas. Saat break kelas itu, aku sudah siap untuk mencarinya sekali lagi, tiba-tiba Indri salah satu temanku menghampiriku dan di tangannya ada Smartphone ku!
‘Lan, ini Hp mu. Tadi ketinggalan di meja pas mau masuk kelas’ Kata Indri sok innocent
‘Hah? jadi selama ini di kamu? kok gak ngomong dari tadi? aku udah keluar masuk kelas berkali-kali, capek nyariin, ternyata kamu sembunyiin to?’ Cerocos ku
‘ Aku gak niat nyembunyiin Lan, aku gak tau Lan, sorry yaa’
‘Enak aja cuma ngomong sorry. Masa ya kamu gak ngrasa Hp ku bergetar-getar pas aku misscall-miscall tadi hah?’
‘Tadi itu aku tarus di tas Lan, jadi aku gak ngrasa. Ya Allah maaf banget yaa’ Kata Indri masang muka melas
‘Hmmm..’ Aku rebut HP ku darinya
Indri langsung pergi begitu saja dengan muka menunduk. Benar kan dugaan ku kalau HP ku emang disembunyiin. Mana si Indri sok innocent banget ngomongnya. Hah menyebalkan.

'Acuu..tak sumpahin yang nyembubyiin hape ku nanti ketabrak truk kakinya putus!'
Post.

Aku update perasaanku di Facebook, dan lihatlah begitu banyak orang komentar memintaku untuk ber-istighfar. Hah, seperti mereka tak akan marah saja kalau dalam keadaan seperti ini. Aku benar-benar tak suka dipermainkan seperti ini.
Pulang kuliah lagi-lagi aku bertemu si Indri di parkiran, mana motornya juga parkir disampingku. Aduh males banget deh. Aku biarkan dia duluan menstarter motornya, aku masih berlama-lama memakai jaket dan sarung tangan. Sengaja.
‘Lan, duluan yaa. Sorry buat yang tadi. Assalamualaikum’ Katanya berpamitan denganku
‘Hmm’ Hanya itu yang kuucapkan diiringi sebuah senyum tanggung. Aku masih kesal dengannya.
Setalah si Indri pergi jauh dari pandangan, baru lah aku menstarter motorku. Akhirnya pulang ke kosan setelah melalui hari yang begitu melelahkan. Di perempatan jalan itu apapula pake rame-rame segala. Alamat macet nih, padahal aku begitu capek dan ingin cepat beristirahat. Sepertinya terjadi kecelakaan, penasaran juga karena ada truk yang melintang di tengah jalan, sepertinya menarik. Ku dekati kerumunan itu. Astagfirullah. Itu Indri!


1 komentar:

  1. Punya pacar toh mbak? Ide ceritanya bagus. Tapi ada beberapa kata yang penulisannya salah. Aku juga sering gitu kalo ngepost nggak pake dicek ulang :D

    BalasHapus