‘Kok bisa Lan? Tadi terakhir kamu
taruh mana?’
‘Tadi ada kok di tas, kayaknya tadi
tu di tas deh’
Aku riewuh sendiri di dalam kelas,
tidak peduli lagi dosen ku menerangkan apa. HP ku hilang. Smartphone baru kesayanganku, yang aku gak bisa lepas darinya.
Seingatku terakhir kali aku menaruhnya di tas sebelum kelas dimulai.
Berkali-kali aku miscall dengan HP Icha tak juga diangkat-angkat tapi nyambung.
Panik semakin membesar, berkali-kali sudah aku ijin keluar untuk mencari dimana
HP ku berada. Aku sudah hampir putus asa, ku kirim sms ke pacarku mengabarkan
HP ku hilang dan dia hanya bisa membesarkan hatiku untuk ikhlas. Di dalam kelas
masih saja aku masih belum ikhas, aku yakin HP ku mungkin disembunyiin orang,
gak mungkin banget kalau tiba-tiba hilang begitu saja. Marah rasanya kalau
dugaan itu benar.
Icha masih juga berusaha membujukku
agar tak lagi marah, dan membujukku untuk mencarinya sekali lagi saat break
kelas. Saat break kelas itu, aku sudah siap untuk mencarinya sekali lagi,
tiba-tiba Indri salah satu temanku menghampiriku dan di tangannya ada Smartphone ku!
‘Lan, ini Hp mu. Tadi ketinggalan
di meja pas mau masuk kelas’ Kata Indri sok innocent
‘Hah? jadi selama ini di kamu? kok
gak ngomong dari tadi? aku udah keluar masuk kelas berkali-kali, capek nyariin,
ternyata kamu sembunyiin to?’ Cerocos ku
‘ Aku gak niat nyembunyiin Lan, aku
gak tau Lan, sorry yaa’
‘Enak aja cuma ngomong sorry. Masa ya kamu gak ngrasa Hp ku
bergetar-getar pas aku misscall-miscall tadi hah?’
‘Tadi itu aku tarus di tas Lan,
jadi aku gak ngrasa. Ya Allah maaf banget yaa’ Kata Indri masang muka melas
‘Hmmm..’ Aku rebut HP ku darinya
Indri langsung pergi begitu saja
dengan muka menunduk. Benar kan dugaan ku kalau HP ku emang disembunyiin. Mana
si Indri sok innocent banget
ngomongnya. Hah menyebalkan.
'Acuu..tak sumpahin yang nyembubyiin hape ku nanti ketabrak truk kakinya putus!'
Post.
Aku update perasaanku di Facebook,
dan lihatlah begitu banyak orang komentar memintaku untuk ber-istighfar. Hah, seperti
mereka tak akan marah saja kalau dalam keadaan seperti ini. Aku benar-benar tak
suka dipermainkan seperti ini.
Pulang kuliah lagi-lagi aku bertemu
si Indri di parkiran, mana motornya juga parkir disampingku. Aduh males banget
deh. Aku biarkan dia duluan menstarter motornya, aku masih berlama-lama memakai
jaket dan sarung tangan. Sengaja.
‘Lan, duluan yaa. Sorry buat yang
tadi. Assalamualaikum’ Katanya berpamitan denganku
‘Hmm’ Hanya itu yang kuucapkan
diiringi sebuah senyum tanggung. Aku masih kesal dengannya.
Setalah si Indri pergi jauh dari
pandangan, baru lah aku menstarter motorku. Akhirnya pulang ke kosan setelah
melalui hari yang begitu melelahkan. Di perempatan jalan itu apapula pake rame-rame
segala. Alamat macet nih, padahal aku begitu capek dan ingin cepat beristirahat.
Sepertinya terjadi kecelakaan, penasaran juga karena ada truk yang melintang di
tengah jalan, sepertinya menarik. Ku dekati kerumunan itu. Astagfirullah. Itu
Indri!

Punya pacar toh mbak? Ide ceritanya bagus. Tapi ada beberapa kata yang penulisannya salah. Aku juga sering gitu kalo ngepost nggak pake dicek ulang :D
BalasHapus