Ibu, disini dingin. Dingin yang tak hanya di permukaan kulit saja. Dingin yang menghunus ke dalam setiap sel. Di dalam hati.
Ibu,
Ibu, disini hujan. Hujan yang tak mau berlalu setelah sekian hari. Hujan yang rinainya tak indah lagi. Tetesannya menyayat membuat luka baru.
Ibu,
Ibu, disini angin menghembus terlalu kencang. Menggoyahkan setiap jengkal tapak ku.
Payung ku telah terbang terbawa pergi angin yang kencang itu, Ibu.
Ibu,
Rasanya aku ingin pulang. Merasakan hangat.

0 komentar:
Posting Komentar