Jumat, 21 Agustus 2015
Kamis, 23 April 2015
Sweet Nothings
Aku tidak meminta dia datang membawakan segelas air hangat dan
sebutir aspirin saat aku sakit
Aku tidak minta dia hadir memelukku saat aku menggigil kedinginan
Bahkan aku tidak lagi berharap dia mengirimiku surat yang pernah
dijanjikannya dulu
I just miss the sweet nothings that he did
“Selamat pagi, sayang” “Sleep tight, sayang”. Hanya itu
Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi
Jumat, 25 Juli 2014
Waktu
Ya Allah semua berlalu
begitu cepatnya. Tak terasa rambut Ibu dan Bapak sudah banyak yang memutih. Kerut
usia di wajah kami para anak makin terlihat. Cucu-cucu pun bermunculan.
Besok hari lebaran Pak, Bu...
Rabu, 23 Juli 2014
Missing Piece
Dunia
tidak lagi sama.
Hidup
ini menjadi asing .
Aku
sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tidak ada.
Dan
jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan
apa-apa.
Pada
saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka
tahu sesuatu yang tidak dapat digapai pikiran.
Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan
rahasia darimu?
-dee-
Aku tak tahu kapan
pastinya aku mulai merasakan ini. Yang pasti aku sering merasakannya
akhir-akhir ini. Rasa yang diam-diam bercengkrama dengan mimpi, berbisik dengan
angin, memeluk dengan dingin. Rasa aneh yang terasa ketika seseorang yang dekat
dengan kita mengalami sesuatu yang buruk. Firasat atau apalah itu namanya.
Rasa tidak nyaman akan
sesuatu tanpa kita tahu sesuatu itu apa. Ada bagian yang hilang. Seperti ketika
membaca buku hanya awalnya dan akhirnya saja, tanpa tahu apa yang terjadi di
tengah cerita. Hanya bisa meraba-raba dan menerka.
Rasa itu menjadi sangat
menusuk ketika dia datang mengganggu mimpi di malam hari dan menemukan gurat
kenyataan yang sama esok paginya. Sering kali tak sanggup ku tanya kan apa yang
terjadi, hanya membaca raut yang tergurat. Kadang gurat sedih itu terlalu dalam
hingga tak sanggup aku selami. Kadang terlalu terlambat untuk mengetahuinya.
Itu menyesakkan. Ketika diri
tahu sesuatu akan terjadi tapi tidak tahu apa itu. Sibuk bertengkar dengan
terkaan tanpa tahu apa yang harus dilakukan.
Minggu, 13 Juli 2014
Lelah
Ibu, disini dingin. Dingin yang tak hanya di permukaan kulit saja. Dingin yang menghunus ke dalam setiap sel. Di dalam hati.
Ibu,
Ibu, disini hujan. Hujan yang tak mau berlalu setelah sekian hari. Hujan yang rinainya tak indah lagi. Tetesannya menyayat membuat luka baru.
Kamis, 03 April 2014
Astagfirullah!
‘Kok bisa Lan? Tadi terakhir kamu
taruh mana?’
Sabtu, 08 Februari 2014
D.I.M.A.S
Dimas (Sebuah angan yang harus terpapar realitas hingga memudar)





