Dunia
tidak lagi sama.
Hidup
ini menjadi asing .
Aku
sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tidak ada.
Dan
jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan
apa-apa.
Pada
saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka
tahu sesuatu yang tidak dapat digapai pikiran.
Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan
rahasia darimu?
-dee-
Aku tak tahu kapan
pastinya aku mulai merasakan ini. Yang pasti aku sering merasakannya
akhir-akhir ini. Rasa yang diam-diam bercengkrama dengan mimpi, berbisik dengan
angin, memeluk dengan dingin. Rasa aneh yang terasa ketika seseorang yang dekat
dengan kita mengalami sesuatu yang buruk. Firasat atau apalah itu namanya.
Rasa tidak nyaman akan
sesuatu tanpa kita tahu sesuatu itu apa. Ada bagian yang hilang. Seperti ketika
membaca buku hanya awalnya dan akhirnya saja, tanpa tahu apa yang terjadi di
tengah cerita. Hanya bisa meraba-raba dan menerka.
Rasa itu menjadi sangat
menusuk ketika dia datang mengganggu mimpi di malam hari dan menemukan gurat
kenyataan yang sama esok paginya. Sering kali tak sanggup ku tanya kan apa yang
terjadi, hanya membaca raut yang tergurat. Kadang gurat sedih itu terlalu dalam
hingga tak sanggup aku selami. Kadang terlalu terlambat untuk mengetahuinya.
Itu menyesakkan. Ketika diri
tahu sesuatu akan terjadi tapi tidak tahu apa itu. Sibuk bertengkar dengan
terkaan tanpa tahu apa yang harus dilakukan.

0 komentar:
Posting Komentar