Jumat, 25 Juli 2014

Waktu



Ya Allah semua berlalu begitu cepatnya. Tak terasa rambut Ibu dan Bapak sudah banyak yang memutih. Kerut usia di wajah kami para anak makin terlihat. Cucu-cucu pun bermunculan.  
Besok hari lebaran Pak, Bu...

Kami ingat betul betapa repot Ibu dan Bapak menyenangkan hati kami yang masih kecil dulu. Memilihkan baju-baju nan cantik. Sepatu-sepatu warna-warni. Penjepit rambut berhiaskan bunga-bunga kecil. Membuatkan kue-kue nan manis. Ibu, Bapak kami tersenyum dan tertawa bahagia oleh itu semua..
Kami juga ingat betul betapa sedihnya Ibu dan Bapak ketika lebaran pertama setelah kecelakaan itu. Meski baju baru tetap ada, sepatu dan penjepit rambut masih tersedia, kue dan segala macam makanan khas hari raya tetap terhidang, namun semua terasa tidak sama lagi. Kata-kata tak mampu menjelaskannya tapi kami tahu itu Pak, Bu. dan kami pun tetap tertawa dan tersenyum bahagia untuk Bapak dan Ibu..
Kami juga ingat betapa galaunya Ibu dan Bapak melihat kami tak memakai baju baru pada suatu hari raya. Kami sudah besar saat itu Pak, Bu. Kami pun sudah melihat hari lebaran bukan semata tentang baju dan pernak-pernik yang serba baru lagi. Tapi entah mengapa malam takbir itu engkau, Ibu kami tersanyang menatap kami sambil meneteskan airmata. Sungguh Ibu kami tak apa. Lihatlah kami pun masih tertawa bahagia esok paginya..
Ibu, Bapak..
Berpuluh tahun lalu engkau berdua berusaha menyenangkan hati kami. Pun hingga sekarang. Sungguh tak pernah rela hati kami melihat tetes airmata kesedihan di wajah Ibu dan Bapak.
Pak, Bu, anak-anakmu sudah besar sekarang. Ijinkan kami membalik keadaan yang dulu engkau berdua hadirkan untuk kami. Biarlah sekarang kami yang memilihkan baju-baju nan indah, sepatu-sapatu nan mengkilap, membuatkan kue-kue nan manis dan sajian khas lebaran.
Biarkanlah kami yang melakukannya..
Duduklah tenang dan jangan lagi risaukan kami..
Kami bahagia meski tanpa baju baru seperti Ibu dan Bapak bahagia melihat kami memakai baju baru dulu...
Sungguh ...

Ramadhan 1435 H



0 komentar:

Posting Komentar