Suatu
hari di dalam suatu diskusi yang cukup mengasyikkan salah seorang teman
berpendapat bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga itu sama saja dengan menjadi
seorang babu. Yah dia memang mengatakan babu, bukan pembantu rumah tangga yang
notabene merupakan kata yang lebih halus dan itu sukses membuat teman-teman
diskusi terperangah. Teman saya ini memang seorang yang sangat aktif di kampus,
pintar dalam hal akademik, cantik serta stylish dan tentu saja bercita-cita
menjadi seorang wanita karir yang sukses. Tapi apakah definisi menjadi seorang
ibu rumah tangga di kepalanya hanya sedangkal itu? Kita lihat apa sih definisi
ibu rumah tangga itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ibu rumah tangga
adalah wanita yg mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah
tangga, istri (ibu) yg hanya mengurusi berbagai pekerjaan di rumah tangga
(misalnya tidak bekerja di kantor). Kalau menurut saya, setiap wanita yang
telah menikah dan apapun pekerjaannya tetap saja merupakan ibu rumah tangga .
Ibu rumah tangga tidak melulu hanya mengurusi tiga –ur dapur, kasur, sumur. Seorang ibu rumah tangga mempunyai kewajiban
mendidik anak-anaknya (tentu saja dengan bantuan suami). Mendidik merupakan
pekerjaan yang paling mulia, apalagi mendidik anak sendiri dan berhasil
mencetak anak-anak yang berkualitas dunia akhirat. Dengan tidak langsung
apabila kita mencap ibu rumah tangga sebagai babu maka kita sebut apa ibu-ibu
kita yang dirumah? yang telah mendidik kita, mengajarkan dunia dan arti hidup
pada kita. Apapun pekerjaan seorang ibu dan sesukses apapun pekerjaannya, tapi
ketika rumah tangganya hancur sama saja tidak ada nilainya.
0 komentar:
Posting Komentar