Senin, 22 April 2013

Ibu rumah tangga

Suatu hari di dalam suatu diskusi yang cukup mengasyikkan salah seorang teman berpendapat bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga itu sama saja dengan menjadi seorang babu. Yah dia memang mengatakan babu, bukan pembantu rumah tangga yang notabene merupakan kata yang lebih halus dan itu sukses membuat teman-teman diskusi terperangah. Teman saya ini memang seorang yang sangat aktif di kampus, pintar dalam hal akademik, cantik serta stylish dan tentu saja bercita-cita menjadi seorang wanita karir yang sukses. Tapi apakah definisi menjadi seorang ibu rumah tangga di kepalanya hanya sedangkal itu? Kita lihat apa sih definisi ibu rumah tangga itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ibu rumah tangga adalah wanita yg mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah tangga, istri (ibu) yg hanya mengurusi berbagai pekerjaan di rumah tangga (misalnya tidak bekerja di kantor). Kalau menurut saya, setiap wanita yang telah menikah dan apapun pekerjaannya tetap saja merupakan ibu rumah tangga . Ibu rumah tangga tidak melulu hanya mengurusi tiga –ur dapur, kasur, sumur. Seorang ibu rumah tangga mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya (tentu saja dengan bantuan suami). Mendidik merupakan pekerjaan yang paling mulia, apalagi mendidik anak sendiri dan berhasil mencetak anak-anak yang berkualitas dunia akhirat. Dengan tidak langsung apabila kita mencap ibu rumah tangga sebagai babu maka kita sebut apa ibu-ibu kita yang dirumah? yang telah mendidik kita, mengajarkan dunia dan arti hidup pada kita. Apapun pekerjaan seorang ibu dan sesukses apapun pekerjaannya, tapi ketika rumah tangganya hancur sama saja tidak ada nilainya.

0 komentar:

Posting Komentar