jalan sama tidak mudahnya
dingin lebih menusuk
rintangan pun lebih menantang
hujan tidak pandang bulu
akupun berjalan atas nama kaumku sendiri
tapi perjalan ini adalah perjalan hati
memberi lebih banyak arti dan cerita
menjadikanku tahu maksud Tuhan atas semuanya
Kali kedua aku menapakan kaki di tanah tinggi, Sindoro. Sebuah perjalanan hati yang berbeda dari sebelumnya tentang betapa hati tak bisa berbohong ketika berhadapan dengan alam. Hanya bisa diam di sepanjang perjalanan merenungi bahwa manusia juga memiliki sisi god and demon, dan melihat siapa yang mampu memeranginya.
![]() | |
| inilah kami, hafiz syaoqi rizqi riska aji |
Semua berawal serba mendadak, tak ada perbincangan panjang tentang pendakian ini apalagi sebuah janji. Sama seperti sebelumnya, tapi yang berbeda adalah aku wanita sendiri di pendakian ini. Hah, itu bukan suatu rintangan untukku dan juga bukan menjadi pembedaku dengan yang lain. Aku percaya dengan mereka. Kami saling menjaga satu sama lain. Tapi manusia memang punya sifat alaminya sendiri dan aku belajar.
![]() |
| entah ini di pos ke berapa, yang pasti kami lelah dan kedinginan karena gerimis dan angin |


0 komentar:
Posting Komentar